CERITA DAN CERITA . ALAM . MANUSIA . NEGERI . HUMANISME . SAYA . PEJALAN

Rabu, 15 Mei 2013

Cek Lagi Bawaan Kita

                        Perlengkapan Kelompok (berkemah)
1.      Tenda dome/ pramuka
2.      Flyshit/ terpal
3.      Tali rafia
4.      Penerangan (lilin, sentir)
5.      Golok tebas (bila dibutuhkan) 

Perlengkapan Pribadi
1.      Kerill/ ransel
2.      Matras
3.      Jacket
4.      Sleeping bag
5.      Senter/ headlamp
6.      Pakaian Jalan
7.      Pakaian tidur (+ kaos kaki, kupluk dan sarung tangan)
8.      Pakaian ganti (pulang)
9.      Sepatu
10.  Sandal
11.  Topi/ slayer
12.  Jam tangan
13.  Jas hujan (raincoat/ ponco/ payung)
14.  Botol minum
15.  Perlengkapan shalat
16.  Alat mandi 

Perlengkapan Masak
1.      Kompor (trangia, gasmate)
2.      Bahan bakar (spirtus, gas, parafin)
3.      Nesting
4.      Korek api
5.      Alat makan (piring, gelas, sendok, garpu)
6.      Tisu
7.      Pisau
8.      Derigen 

Perlengkapan PPGD
1.      Obat-obatan pribadi
2.      Alat dan obat P3K (perban, bebat, bidai, dll) 

Perlengkapan Darurat
1.      Peluit/ priwitan
2.      Kaca
3.      Korek api
4.      Pisau
5.      Benang/ tali-talian 

Logistik/ Perbekalan disesuaikan
 
_selamat mendaki_
 

Pergi Jauh ke Atas

Saat mulai merasa bosan atau apa yang diharapkan dari sebuah perjalanan entah mendaki gunung atau menyusuri lekak lekuk alam bebas tak juga terlihat, cobalah untuk melakukannya sekali lagi atau beberapa kali lagi, mungkin akan ada pelajaran berharga yang tidak pernah kita dapat dari bangku pendidikan formal. Karena seperti itulah hakekatnya, alam tidak akan memberi kepastian atas harapan kita “kepastian alam adalah ketidakpastian” (Surono). Yang terpenting dari setiap perjalanan itu, kita melakukannya dengan rasa senang dan jangan bosan untuk mendaki. Seperti kutipan kutipan berikut yang mungkin bisa membuat kita lebih bergairah untuk menjelajah.

"Mukadimah"
Kudaki gunung yang tinggi
Kurayapi tebing nan terjal
Kuselususi sungai dan pantai
Kulayari angkasa biru
Agar kukenal sudut sudut tanah airku
Kukenal kehidupan kelompok bangsaku
Sehingga tertanam didadaku
Benih benih cinta pada nusa dan bangsa. (kutip Makopala)

Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda
Harus berarti pula dengan pertumbuhan fisik yang sehat
Karena itulah kami naik gunung. (Soe Hok Gie)

Kematian tidak dapat dipercepat dengan naik gunung
Sebaliknya,
Kematian tidak dapat diperlambat dengan tidak naik gunung. (kutip buku)

Hidup itu harus lebih dari sekedarnya. (Budi Laksmono)

Di dalam hutan dan alam bebas aku merasa menjadi manusia kembali. (Filsuf)

Kenali Negrimu, Cintai Negrimu. (slogan Kem. Pariwisata)

Suatu negara tak akan kehabisan pemimpin jika di dalamnya masih terdapat anak muda yang penuh keberanian mendaki gunung dan menjelajah lautan. (L. R. B. Powell)

"Gen Pengembara/ Penjelajah"
Kita tetap terobsesi untuk memetakan seluruh bumi, mendatangi kutub kutub terjauh, puncak puncak tertinggi, dan palung palung terdalam. Berlayar kesetiap sudut, lalu melesat ke luar angkasa.
Tidak semua orang gatal ingin mengendarai roket atau mengarungi samudera tak terbatas. Tetapi sebagai makhluk, manusia dianugerahi rasa penasaran, sehingga rela membayar mahal dan mengelu elukan para petualang yang berhasil pulang. (NatGeo)

Bukan ransel itu yang membawamu sampai ke puncak, tapi kemampuan dan kemauanlah yang membawanya. (Guide Amerika)

Terakhir,

Bukan gunung yang harus kau taklukan, tetapi dirimu sendiri. (pepatah lama)

_selamat mendaki_

Kode Etik Pegiat Alam

1. Sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

2. Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, sadar akan tanggung jawab terhadap Tuhan YME, Tanah Air dan Masyarakatnya.

3. Sadar bahwa setiap dari semua Pegiat alam adalah saudara, sebagai sesama makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.

4. Dan ini yang tak kalah penting : Jangan mengambil sesuatu kecuali gambarmu, Jangan meninggalkan sesuatu kecuali bekas jejakmu, dan jangan membunuh sesuatu kecuali waktumu. (kutip Makopala)